Seratusan Massa Demo ke Kejati Sumut, Minta Keadilan.

Gravatar Image
  • Whatsapp

Medan | LiraNews – Seratusan massa menamakan dirinya Horas Bangso Batak (HBB) Kota Medan, Kamis (25/11/2021) ‘mengawal’ salah seorang purnawirawan Polri, Longser Sihombing menggelar aksi demonstrasi (demo) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut di Jalan AH Nasution Medan.

Diwarnai dengan yel yel penegakan supremasi hukum, massa meminta keadilan atas dugaan kriminalisasi yang dialami mantan Kapolsek Sukaramai jajaran Polres Pakpak Bharat.

Longser Sihombing dalam orasinya menyampaikan adanya dugaan kriminalisasi saat dirinya menjabat sebagai kapolsek terkait penangkapan 1 unit truk berisi 2.000 liter solar bersubsidi pada 3 Agustus 2016 lalu.

Namun truk yang dibawa ke komando dan dipasang police line malah dirusak. Barang bukti (BB) solar pun hilang sebagian. Tidak beberapa lama, pimpinannya di Polres Pakpak Bharat meminta tolong agar dilepas, namun dia menolak.

“Nah dari sini lah awal dugaan kriminalisasi itu saya terima. Saya dijebak dikatakan memeras Rp200 juta kemudian Saya dibawa ke Polda dan ditahan di tahanan narkoba hampir 120 hari,” beber purnawirawan pangkat AKP tersebut.

Longser yang kini sebagai advokat ini melanjutkan, selama ditahan dengan dugaan pemerasan (Pasal 368 KUHPidana) berkas perkaranya dua kali ditolak oleh pihak kejaksaan tepatnya pada 22 Desember 2016. Apalagi masa penahanan Longser akan berakhir pada 3 Januari 2017.

“Penyidik memaksa saya untuk mengajukan penangguhan penahanan tapi saya tidak mau, karena pada tanggal itu saya akan bebas demi hukum,” kata Longser yang diketahui sebagai Badan Pendiri HBB ini.

Namun pada 29 Desember 2016 Longser Sihombing diserahkan ke pihak Pidsus Kejatisu dengan kasus dugaan menerima suap, masuk ke dalam tindak pidana korupsi (tipikor). Padahal pada 27 Desember 2016 baru dibuat lagi SPDP ke Kejati Sumut tentang kasus suap ini.

Longser pun akhirnya menjalani sidang dan dihukum 1 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan pada 26 April 2017 lalu. Dugaan kriminalisasi terhadap dirinya disebut-sebut melibatkan sejumlah oknum penegak hukum.

Memilih Bertahan

Akhirnya aksi massa diterima Kasi Penkum Kejatisu Yos A Tarigan. Namun kedatangan Yos malah ditolak padahal sudah memberikan opsi menerima 5 orang perwakilan massa. Namun massa malah memilih bertahan di depan Kantor Kejati Sumut.

Secara terpisah, Yos A Tarigan saat dikonfirmasi menjawab bahwa kasus yang dilaporkan Longser Sihombing ini sudah dilaporkan ke Kejagung RI, sehingga menurutnya tidak elegan juga bila kajatisu yang menanggapinya.

“Begitupun kita terima aspirasi mereka ini untuk disampaikan ke pimpinan,” tandas Yos. (Erwin/LN)

Related posts