Rudenim Medan Launching Aplikasi Pengawasan Pengungsi Berbasis Android Pertama di Indonesia

  • Whatsapp
banner 468x60

Sumut, LiraNews – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan launching aplikasi pengawasan pengungsi berbasis Android (e-App) pada Senin, (16/09/2019) pukul 09.00 Wib di Hotel TOP IN Jalan Flamboyan Tanjung Selamat Medan, Sumatera Utara.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Karudenim) Medan – Victor Manurung. SH, MH, Kadiv Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Informasi – Zulkifli, Pemko Medan diwakili Kabid Kesbangpol – Zakaria dan Lilik, perwakilan UNHCR, perwakilan IOM dan para owner community house.

Karudenim Medan, Victor Manurung. SH, MH dalam sambutannya mengatakan, terimakasi atas kehadiran para undangan dan launching aplikasi pengawasan pengungsi berbasis android (e-App) bertujuan untuk mempermudah pengawasan pengungsi dan dapat mengetahui keberadaan orang asing yang terdaftar dalam pengawasan Rudenim.

“Tujuan utama diluncurkannya aplikasi pengawasan pengungsi berdasarkan Undang-undang Perpres No 125 tentang pengungsi luar negeri Pasal 33 Ayat 2 bahwa Imigrasi melakukan pengawasan ke Imigrasian, pengawasan ke Imigrasian itu berupa : saat ditemukan, mau berangkat ke negara ketiga maupun pulang, pengawasan di tempat community house dan diluar community house,” ucapnya.

“Aplikasi pengawasan pengungsi hasil inovasi Rudenim Medan dan baru pertama sekali ada di Indonesia, ini terjadi karena terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga semua community house yang ada masih menggunakan sistem manual dalam membuat izin keluar dan atas dasar inilah maka dibuat aplikasi berbasis Android (e-App),” ujarnya.

“Harapan kita dengan dibuatnya inovasi ini dapat dinilai secara positif dan menjadi bahan perhatian dari pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan untuk mempermudah dalam pengawasan pengungsi di seluruh Indonesia,” harapnya.

“Jumlah pengungsi di Rudenim Medan saat ini sebanyak 2001 orang yang berasal dari 14 negara, untuk tahun 2019 Rudenim Medan telah Deportasi sebanyak 88 orang, pulang ke negara asalnya secara sukarela sebanyak 22 orang, di berangkatkan menuju negara ketiga melalui IOM dan UNHR sebanyak 165 orang dengan rincian : Negara Amerika Serikat (AS) sebanyak 103 orang, Negara Newzelan sebanyak 29 orang, Negara Australia sebayak 10 orang dan Kanada sebanyak 23 orang,” tutupnya.

Kesbangpol Pemko Medan, Zakaria ketika dikonfirmasi kru Lira News disela-sela acara menerangkan, Pemko Medan menyambut baik Perpres No 125, semoga kerjasama antara Pemko/Pemkab dengan pihak Rudenim Medan semangkin baik dalam rangka pengawasan pengungsi yang ada di Kota Medan.

“Kita menyambut baik atas inovasi yang dilakukan Rudenim Medan, ini akan meningkatkan koordinasi dengan pihak Rudenim dan community house terhadap pengawasan pengungsi supaya mereka tidak berkeliaran,” terangnya. LN-WIN

banner 300x250

Related posts

banner 468x60