Pasca Operasi Barang Ilegal, Kinerja KPPBC TMP Belawan Dipertanyakan

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Medan, LiraNews –Pasca operasi pencegahan masuknya barang-barang ilegal (tidak dilengkapi dokumen) Senin (19/08/2019), yang dilakukan Tim Pengawasan KPPBC TMP Belawan bersama dengan Tim K9 (Anjing Pelacak) Narkotika Kanwil DJBC Sumut yang berhasil mengamankan 8 unit Sepeda Sport, 8 colly Pakaian serta 1 colly Keramik dari penumpang kapal KM Kelud.

Kinerja KPPBC TMP Belawan mulai dipertanyakan karena infonya banyak barang-barang ilegal yang masuk melalui Pelabuhan Bandar Deli jarang digubris dan menurut Kasi PLI (Humas) Bea Cukai, Pelabuhan Domestik bukannya ranah Bea Cukai karena tugasnya Bea Cukai adalah Pelabuhan Internasional.

Hal ini berdasarkan statement Kepala seksi (Kasi) Peyuluhan dan Layanan Informasi (PLI/Humas) KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan, Agus R Simanjuntak saat awak Media kami mewawancarainya pasca operasi pencegahan pada Kamis sore, (22/08/2019) di Ruang Pelayanan

T : “Mengapa dalam operasi menggunakan Tim K9 (anjing pelacak) ?”.

J : “Sebagai upaya untuk pencegahan masuknya narkotika, sebenarnya ini bukan operasi tapi kegiatan rutin yang tidak terjadwal dan disaat kita butuh baru digunakan anjing pelacak”.

T : “Disaat kapal KM Kelud masuk, mengapa tidak ada petugas Bea Cukai ?”.

J : “Pelabuhan Belawan adalah Pelabuhan Domestik dan tugas Bea Cukai adalah Pelabuhan Internasional sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dalam Undang-undang”.

Jadi untuk Pelabuhan Belawan tugas kita hanya monitoring pengawasan upaya pencegahan kalau diduga ada barang-barang yang masuk secara ilegal, yang di asumsikan dari Batam tapi perlu di ingat kapal KM Kelud rutenya dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

T : “Sampai dimana proses kelanjutan dari barang-barang yang diamankan dan mengapa pemilik serta pembawa barang tidak diamankan”.

J : “Semua barang tersebut masih dalam proses pemeriksaan petugas”.

T :”Kenapa pemilik dan pembawa barang-barang ilegal tidak di amankan pada hal mereka sudah datang ke kantor saat itu dengan harapan barang-barang mereka dapat di keluarkan”.

J : “Memang pemilik dan pembawa barang sudah datan, tapi kita belum dapat hasil laporan pemeriksaan secara resmi seperti apa”.

Pada hal saat itu pemilik dan pembawa barang-barang sudah datang kekantor Bea Cukai, sempat terjadi perdebatan antara pemilik dan pembawa barang dengan petugas.

Bahkan salah satu petugas meminta dilakukan penahanan untuk proses pemeriksaan sekaligus menunjukkan dimana gudang mereka tapi pemilik dan pembawa barang tiba-tiba keluar meninggalkan kantor Bea Cukai, ada apa dengan petugas Bea Cukai melepas mereka. LN-WIN

Fri Aug 23 , 2019
Sumenep, LiraNews — Kejadian musibah laut menimpa Kapal Motor (KM) Santika Nusantara, rute Surabaya-Balikpapan, terbakar di perairan Masalembu, Sumenep, Madura, Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 20.45 Wib. Berdasarkan manifes, KM Santika Nusantara berpenumpang 111 orang: 100 penumpang dewasa, 6 anak, dan 5 bayi. Selain itu ada 83 kendaraan yang diangkut. Tholeb […]